Hai semua pengunjung blog aku.Aku mau kasi tau kalian kalau aku bakalan ngeluarin cerpen baru yang berjudul Thanks Kak Wisya dan Cinta Itu Sudah Dekat tapi aku bakalan nge-post-in nya bakalan lama mungkin.Karena karya aku itu lagi ada di handphone Mama aku.Dan Mama aku lagi pergi ke luar kota.Jadi aku harus nunggu sampai Mama aku balik.
Dan ada 1 lagi pengumuman yang mau aku kasi.
Kalau post-an nya berupa cerita yang aku biki,bakal aku kasi tanda MS dan kalau post-an nya berupa cerita kehidupan aku,bakal aku kasi tanda LOC...!
Udah dulu,ya...!
Jumat, 30 April 2010
Minggu, 18 April 2010
Diantara 2 Hati
“Vexcy !!”teriak Rasya saat masuk ke kamarku.
Rasya adalah sahabat karibku.Aku bersahabat dengannya dari SD hingga aku SMA sekarang ini.
“Ada apa,sih,teriak-teriak ? kayaknya seneng banget ?”tanyaku
“Emang iya.aku lagi seneng banget.kamu tau nggak ? ada anak baru di kelas kita,cakep banget !”jawab Rasya dengan wajah berseri-seri.”Kamu,sih,nggak masuk”
“Ya,mau gimana lagi.aku-nya lagi demam.gimana mau sekolah tapi aku sekarang agak mendingan,lah”balasku.”Anak barunya cewek atau cowok ? namanya siapa ?”
“Ya,cowok lah.makanya aku seneng banget.namanya Daniel Wright Fergusson.dia dari Singapura,lho.dia itu,ya,rada-rada bule gitu tapi dia bisa Bahasa Indonesia karena pas dia masih kecil,dia pernah tinggal di sini”jawab Rasya panjang lebar.”Kalau kamu lihat,pasti kamu suka.aku aja suka.orangnya itu cakep banget”
“Ya,kita lihat aja nanti.aku suka atau nggak sama dia”balasku.
Cukup lama Rasya berada di rumahku.Sekitar 3 jam.
“Vexcy,aku pulang dulu,ya.habisnya udah sore”pamit Rasya
“Iya”balasku
“Eh,usahain besok kamu masuk,ya ! soalnya aku nggak punya temen dan aku pengen kasi tau kamu anak baru itu”ujar Rasya
“Iya,iya”balasku.
Setelah Rasya pulang,aku hanya menonton televisi sambil berbaring.Menjelang malam,aku makan malam tak seperti biasanya karena aku makan malam di kamar dan hanya makan bubur.
Saat pukul 9.30 malam,telepon genggamku berdering.Aku lalu mengambilnya dan melihat di layer itu ada tertulis nama Arvin.Arvin adalah cowok yang selama ini dekat denganku.
“Halo !”kataku saat mengangkat telepon itu
“Halo ! Vexcy,kamu masih sakit ?”Tanya Arvin
“Iya,nih tapi aku agak mendingan,lah”jawabku.”Ada apa ?”
“Nggak,aku hanya mau tau kondisi kamu aja”jawab Arvin
“Ar,emang bener,ya ada anak baru di kelas kita ?”tanyaku
“Iya,bener”jawab Arvin.”Kamu tau dari siapa ?”
“Aku tau dari Rasya.tadi dia ada ke rumah aku”jawabku
“Kamu penasaran,ya ?”Tanya Arvin
“Sebenarnya,sih aku nggak penasaran tapi karena aku denger ceritanya Rasya,aku jadi penasaran”jawabku
“Oh.ya udah,kalau kamu masih sakit,kamu tidur aja.udah malem,nih”saran Arvin,aku melihat jam dan jarum jam menunjukkan pukul 9.50
“Iya”turutku lalu menutup telepon.
Aku buru-buru menutup tubuhku dengan selimut dan langsung menutup mataku.
***
Aku bangun tepat pukul 5.00 pagi dan saat itu aku mendengar Mama memanggil-manggil namaku dan mengetuk-ngetuk pintu kamarku.Aku segera membukakan pintunya.
“Hai,sayang.udah bangun ?”sapa Mama
“Udah dong,Ma.kalau belum,siapa yang bukain Mama pintu”balasku
“Kamu masih sakit ?”tanya Mama sambil memegang dahiku
“Agak mendingan lah,Ma”jawabku.”Tapi,Ma,Vexcy boleh sekolah nggak ?”
“Ya,kalau kamu mampu dan kamu mau”jawab Mama
“Yes,makasih ya,Ma !”seruku sambil mengecup pipi Mama lalu mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi yang berada di dalam kamarku.
Setelah mandi dan berpakaian,aku turun ke bawah untuk sarapan.
“Eh,Vexcy.kamu udah sembuh ?”tanya Papa
“Udah dong,Pa.kalau nggak,ngapain aku pakai baju seragam gini”jawabku sambil meraih roti dan berniat menolesinya dengan selai cokelat kesukaanku tapi Mama mencegahnya
“Eh,kamu harus makan nasi.nggak boleh makan roti”kata Mama
“Kenapa ?”tanyaku
“Karena kamu baru sembuh dan kamu belum bias stop minum obat”jawab Mama
“Nggak,Vexcy nggak mau makan nasi,Ma.karena kalau Vexcy makan nasi,nanti Vexcy bisa terlambat karena Vexcy kalau makan nasi itu lama”tolakku
“Nanti kamu pingsan.ayo,makan nasi-nya”suruh Mama
“Nggak,Ma.Vexcy bilang nggak mau,ya,nggak mau”tolakku
“Ih,kamu ini susah banget,sih dibilanginnya”marah Mama
“Ya udah lah,Ma.biarin aja kalau dia nggak mau makan nasi”bela Papa
“Ya udah,awas ya kalau kamu sampai sakit lagi”Mama menyerah
“Iya,Ma.nggak bakal”balasku lalu mengolesi roti dengan selai coklat lalu memakannya.
Setelah selesai sarapan,aku berangkat seperti bisanya yaitu aku diantar oleh Pak Dadang,supirku.Saat aku sampai di sekolah dan melewati gerbang,aku merasa senang sekali.Padahal aku baru meninggalkan sekolah selama 2 hari tapi serasa sudah sebulan.Saat sampai di kelas,berteriak histeris dan memelukku.
“Kamu kenapa,sih ?”tanyaku
“Aku kan kangen sama kamu”jawab Rasya
“Please,deh Rasya.kamu kan baru ketemu aku kemarin.masak kamu udah kangen,sih ?”tanyaku
“Ya,wajar,namanya juga sahabat”jawab Rasya.
Tiba-tiba ada suara yang menyapaku dari belakang.Aku lalu berbalik untuk melihat siapakah itu.Dan itu ternyata adalah Arvin.
“Hai,Arvin !”sapaku
“Kamu udah sehat ?”tanya Arvin
“Udah,dong”jawabku.
Tak lama,bel tanda masuk berbunyi.Aku lalu duduk di bangkuku.Lalu aku teringat akan anak baru itu.Aku lalu melihat sekeliling dan mataku tertuju pada meja yang terletak paling pojok dan disitu aku melihat sesosok laki-laki yang tak kukenal.Laki-laki itu terlihat tampan dengan kulit putih dan rambut yang agak kemerahan.
Siapa,ya.kok aku nggak kenal.padahal kayaknya aku udah kenal semua orang yang ada di kelas ini bahkan di sekolah ini tapi aku kok nggak kenal sama orang itu,ya ?,tanyaku dalam hati.
Aku lalu bertanya pada Rasya.
“Itu dia anak barunya”jawab Rasya
“Oh,dia.pantesan aku asing dengan wajah dia”balasku
“Cakep,nggak kalau kamu bilang ?”tanya Rasya
“Iya,cakep”jawabku.
Pelajaran dimulai karena guru yang mengajar sudah masuk.Saat tiba waktu istirahat,aku berjalan keluar kelas tapi tiba-tiba kepalaku pusing dan aku serasa diayun-ayun dan aku tak sadarkan diri.
***
Aku membuka mataku dan aku melihat ada Rasya,Arvin dan anak baru itu,Daniel.
“Hai,Rasya.udah mendingan ?”tanya Rasya
“Ya,tapi aku masih pusing”jawabku.”Tadi aku kenapa ?”
“Kamu tadi pingsan dan kamu ditolongin sama Daniel”jawab Rasya sambil melirik kearah Daniel.Aku melihat Daniel dan megucapkan terima kasih.
“Iya,sama-sama”balas Daniel.”Tapi,kalau boleh tau,nama kamu siapa,ya ?”
“Nama aku Vexcy atau lebih tepatnya Qiuzha Vexcyana Zhevyrasesya”jawabku
“Oh.ya udah,aku ke kelas dulu,ya.cepat sembuh”ujar Daniel,aku hanya tersenyum
“Vexcy,kamu mau di UKS atau mau pulang ?”tanya Arvin
“Aku mau pulang aja”jawabku
“Ya udah,aku telponin Pak Dadang dulu,ya”ujar Rasya.
15 menit kemudian,aku sudah dijemput oleh Pak Dadang.Aku lalu pulang dan sesampainya di rumah,aku dinasihati oleh Mama.
“Makanya,kalau Mama bilangin jangan ngebantah,begini kan jadinya.kamu pingsan,deh”oceh Mama
“Iya,Ma.udah,ya.aku pusing,nih”ujarku lalu Mama keluar dari kamarku.
Aku berbaring di atas tempat tidur sambil melihat langit-langit kamar yang dihiasi oleh warna biru langit dan digambar dengan gambar awan.Cantik sekali.Tiba-tiba aku teringat pada Daniel.Aku teringat akan wajahnya yang tampan dan manis.
Mungkinkah aku jatuh cinta pada Daniel,pikirku.
Aku lalu menghilangkan pikiran itu dan aku teringat pada Arvin,laki-laki yang selama ini dekat denganku.Aku dan dia sudah merasa seperti sudah berpacaran.Tiba-tiba telepon genggamku berbunyi.Aku lalu melihat di layar telepon itu tertulis nama Rasya.Aku segera mengangkatnya.
“Halo !”jawabku
“Halo,Vexcy ! kamu udah baikan ?”tanya Rasya
“Lumayan lah”jawabku.”Emangnya kenapa ?”
“Aku,Arvin sama Daniel mau ke rumah kamu,mau jenguk kamu,boleh ya ?”
“Emangnya kalian udah pulang ?”tanyaku.”Ini kan baru jam 12 siang sedangkan sekolah bubar jam 2 siang”
“Kita dipulangin cepet,nggak tau kenapa”jawab Rasya.”Boleh,ya ?”
“Iya,boleh lah.masak aku ngelarang”jawabku
“Ya udah,kita mau ke sana.dah !”ujar Rasya lalu menutup teleponnya.
Setelah 10 menit,mereka sudah sampai di rumahku dan sudah berada di kamarku.
“Hai,Vexcy !”sapa Daniel
“Hai,juga !”sapaku balik
“Vexcy,kamu udah makan ?”tanya Rasya
“Belum”jawabku
“Aku sama Arvin ngambilin kamu makanan dulu,ya”tawar Rasya
“Iya”
“Daniel nggak ikut ?”tanya Arvin
“Nggak usah.dia kan belum tau banyak dengan rumah ini sedangkan kita udah tau banyak karena kita sering ke sini”jawab Rasya lalu keluar bersama Arvin.
Aku dan Daniel tinggal berdua di kamar dan kami hanya diam saja.
“Kamu udah lama pindah ke Jakarta ?”tanyaku memecah keheningan
“Nggak,baru sekitar satu minggu tapi aku baru masuk sekolah kemarin karena Mamaku lagi ngurus kepindahannya”jawab Daniel
“Oh.kamu kan pindahan dari Singapura tapi kamu,kok lancar banget Bahasa Indonesia-nya”tanyaku
“Papa aku orang Singapura dan ada keturunan Amerika-nya dan Mamaku orang Indonesia asli jadi aku kalau di rumah dibiasain ngomong Bahasa Indonesia”jawab Daniel
“Oh.tapi,kamu lancar nggak ngomong Bahasa Inggris ?”tanyaku
“Lancar,lancar banget”jawab Daniel
“Oh ya ? kalau gitu mau nggak ajarin aku Bahasa Inggris ? soalnya aku kurang bisa Bahasa Inggris”tanyaku
“Boleh tapi aku boleh minta nomor hp kamu nggak ?”tanyanya balik
“Boleh,nomornya 08124580396”jawabku sambil mendiktekan nomor teleponku dan Daniel mencatatnya di telepon
“Ya,makasih ya”ujar Daniel
“Hai semua ! aku udah datang bawa banyak makanan nih.makan,yuk !”seru Rasya sambil memberikanku makanan.
Lama sekali mereka di rumahku.Sekitar 5 jam.
“Kita semua pulang dulu,ya”pamit Rasya
“Iya”jawabku.
Aku lalu menonton televisi yang berada di dalam kamarku.Sampai pada saat pukul 7 malam,aku makan malam bersama seluruh keluargaku (sebenarnya cuma aku,Mama dan Papa karena aku anak tunggal).Setelah makan malam bersama,aku kembali ke kamarku dan aku mendengar telepon genggamku berdering.Aku melihat di layar dan itu adalah nomor yang tidak dikenal.Aku mengangkatnya dengan ragu-ragu.
“Halo”kataku
“Halo,apa benar ini Vexcy ?”tanya orang yang berada di seberang sana
“Iya,ini siapa ?”
“Ini Daniel ?”
“Oh.Daniel.ada apa ?”tanyaku.
Kami berbicara di telepon cukup lama dan sampailah pada pembicaraan berikut.
“Vexcy,saat aku ngeliat kamu pertama kali,aku udah suka sama kamu.apa kamu mau jadi pacar aku ?”tanya Daniel
“Hah ? jadi pacar kamu ?”tanyaku kaget
“Iya,kamu mau ?”tanyanya sekali lagi
“Emm,gimana,ya ? boleh nggak aku jawabnya besok ?”
“Boleh,tapi janji,ya harus jawab besok”jawabnya
“Iya”ujarku lalu menutup telepon.
Ya ampun,Daniel nembak aku,pikirku.
Tiba-tiba telepon genggamku berdering lagi dan sekarang di layar itu tertulis nama Arvin.Aku mengangkatnya.
“Halo,Vexcy ! kamu tadi lagi telponan,ya ? habisnya tadi aku telponin kamu dari tadi tapi sibuk terus”tanya Arvin
“Iya”jawabku.”Ada apa,Ar ?”
“Aku sebenarnya udah mau kasi tau kamu dari dulu tapi aku selalu gugup”jawab Arvin
“Kasi tau apa ?”tanyaku
“Aku sebenarnya udah dari dulu suka sama kamu Vexcy,kamu mau nggak jadi pacar aku ?”
“Hah ? jadi kamu nembak aku ?”tanyaku balik
“Iya.gimana ?”
“Boleh aku jawab besok ?”tanyaku
“Emm,iya deh”jawab Arvin
“Udah,ya.udah malam,nih.aku mau tidur dulu”ujarku
“Iya”balas Arvin lalu menutup teleponnya.
Aku lalu menutup mataku.Aku merasa perasaanku tidak enak.Aku merasa aku berada diantara 2 hati.
***
“Hah ? kamu ditembak sama 2 orang dalam satu waktu ?”tanya Rasya kaget saat aku menceritakan hal kemarin saat berada di sekolah
“Iya”jawabku.”Menurut kamu,aku harus nerima siapa ?”
“Aku bilang,sih dari sisi ketampanan,aku bilang Daniel tapi dari sisi kedekatan,Arvin”jawab Rasya
“Ya ampun Rasya,yang jelas dong”marahku
“Iya,iya.aku bilang,sih kamu lebih baik terima Arvin karena kamu udah deket banget dengan dia kan ?”jawab Rasya.”Tapi,kamu ada perasaan sama Arvin nggak ?”
“Ada,sih.sebenarnya aku udah suka sama dia dari dulu tapi aku nggak berani bilang”jawabku
“Kamu ada rasa sama Daniel ?”tanya Rasya
“Ada”jawabku.”Jadi,menurut kamu aku terima yang mana ?”
“Yang menurut kamu yang paling kamu suka”jawab Rasya
“Jadi,aku harus terima Arvin ?”tanyaku
“Ya,itu kalau kamu benar-benar suka sama dia”jawab Rasya.
Aku lalu terdiam.Aku masih ragu-ragu dengan itu tapi seketika aku yakin kalau aku akan nerima Arvin jadi pacarku.Setelah pulang sekolah,aku akan nerima Arvin dan aku akan menolak Daniel dengan lembut.
Rasya adalah sahabat karibku.Aku bersahabat dengannya dari SD hingga aku SMA sekarang ini.
“Ada apa,sih,teriak-teriak ? kayaknya seneng banget ?”tanyaku
“Emang iya.aku lagi seneng banget.kamu tau nggak ? ada anak baru di kelas kita,cakep banget !”jawab Rasya dengan wajah berseri-seri.”Kamu,sih,nggak masuk”
“Ya,mau gimana lagi.aku-nya lagi demam.gimana mau sekolah tapi aku sekarang agak mendingan,lah”balasku.”Anak barunya cewek atau cowok ? namanya siapa ?”
“Ya,cowok lah.makanya aku seneng banget.namanya Daniel Wright Fergusson.dia dari Singapura,lho.dia itu,ya,rada-rada bule gitu tapi dia bisa Bahasa Indonesia karena pas dia masih kecil,dia pernah tinggal di sini”jawab Rasya panjang lebar.”Kalau kamu lihat,pasti kamu suka.aku aja suka.orangnya itu cakep banget”
“Ya,kita lihat aja nanti.aku suka atau nggak sama dia”balasku.
Cukup lama Rasya berada di rumahku.Sekitar 3 jam.
“Vexcy,aku pulang dulu,ya.habisnya udah sore”pamit Rasya
“Iya”balasku
“Eh,usahain besok kamu masuk,ya ! soalnya aku nggak punya temen dan aku pengen kasi tau kamu anak baru itu”ujar Rasya
“Iya,iya”balasku.
Setelah Rasya pulang,aku hanya menonton televisi sambil berbaring.Menjelang malam,aku makan malam tak seperti biasanya karena aku makan malam di kamar dan hanya makan bubur.
Saat pukul 9.30 malam,telepon genggamku berdering.Aku lalu mengambilnya dan melihat di layer itu ada tertulis nama Arvin.Arvin adalah cowok yang selama ini dekat denganku.
“Halo !”kataku saat mengangkat telepon itu
“Halo ! Vexcy,kamu masih sakit ?”Tanya Arvin
“Iya,nih tapi aku agak mendingan,lah”jawabku.”Ada apa ?”
“Nggak,aku hanya mau tau kondisi kamu aja”jawab Arvin
“Ar,emang bener,ya ada anak baru di kelas kita ?”tanyaku
“Iya,bener”jawab Arvin.”Kamu tau dari siapa ?”
“Aku tau dari Rasya.tadi dia ada ke rumah aku”jawabku
“Kamu penasaran,ya ?”Tanya Arvin
“Sebenarnya,sih aku nggak penasaran tapi karena aku denger ceritanya Rasya,aku jadi penasaran”jawabku
“Oh.ya udah,kalau kamu masih sakit,kamu tidur aja.udah malem,nih”saran Arvin,aku melihat jam dan jarum jam menunjukkan pukul 9.50
“Iya”turutku lalu menutup telepon.
Aku buru-buru menutup tubuhku dengan selimut dan langsung menutup mataku.
***
Aku bangun tepat pukul 5.00 pagi dan saat itu aku mendengar Mama memanggil-manggil namaku dan mengetuk-ngetuk pintu kamarku.Aku segera membukakan pintunya.
“Hai,sayang.udah bangun ?”sapa Mama
“Udah dong,Ma.kalau belum,siapa yang bukain Mama pintu”balasku
“Kamu masih sakit ?”tanya Mama sambil memegang dahiku
“Agak mendingan lah,Ma”jawabku.”Tapi,Ma,Vexcy boleh sekolah nggak ?”
“Ya,kalau kamu mampu dan kamu mau”jawab Mama
“Yes,makasih ya,Ma !”seruku sambil mengecup pipi Mama lalu mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi yang berada di dalam kamarku.
Setelah mandi dan berpakaian,aku turun ke bawah untuk sarapan.
“Eh,Vexcy.kamu udah sembuh ?”tanya Papa
“Udah dong,Pa.kalau nggak,ngapain aku pakai baju seragam gini”jawabku sambil meraih roti dan berniat menolesinya dengan selai cokelat kesukaanku tapi Mama mencegahnya
“Eh,kamu harus makan nasi.nggak boleh makan roti”kata Mama
“Kenapa ?”tanyaku
“Karena kamu baru sembuh dan kamu belum bias stop minum obat”jawab Mama
“Nggak,Vexcy nggak mau makan nasi,Ma.karena kalau Vexcy makan nasi,nanti Vexcy bisa terlambat karena Vexcy kalau makan nasi itu lama”tolakku
“Nanti kamu pingsan.ayo,makan nasi-nya”suruh Mama
“Nggak,Ma.Vexcy bilang nggak mau,ya,nggak mau”tolakku
“Ih,kamu ini susah banget,sih dibilanginnya”marah Mama
“Ya udah lah,Ma.biarin aja kalau dia nggak mau makan nasi”bela Papa
“Ya udah,awas ya kalau kamu sampai sakit lagi”Mama menyerah
“Iya,Ma.nggak bakal”balasku lalu mengolesi roti dengan selai coklat lalu memakannya.
Setelah selesai sarapan,aku berangkat seperti bisanya yaitu aku diantar oleh Pak Dadang,supirku.Saat aku sampai di sekolah dan melewati gerbang,aku merasa senang sekali.Padahal aku baru meninggalkan sekolah selama 2 hari tapi serasa sudah sebulan.Saat sampai di kelas,berteriak histeris dan memelukku.
“Kamu kenapa,sih ?”tanyaku
“Aku kan kangen sama kamu”jawab Rasya
“Please,deh Rasya.kamu kan baru ketemu aku kemarin.masak kamu udah kangen,sih ?”tanyaku
“Ya,wajar,namanya juga sahabat”jawab Rasya.
Tiba-tiba ada suara yang menyapaku dari belakang.Aku lalu berbalik untuk melihat siapakah itu.Dan itu ternyata adalah Arvin.
“Hai,Arvin !”sapaku
“Kamu udah sehat ?”tanya Arvin
“Udah,dong”jawabku.
Tak lama,bel tanda masuk berbunyi.Aku lalu duduk di bangkuku.Lalu aku teringat akan anak baru itu.Aku lalu melihat sekeliling dan mataku tertuju pada meja yang terletak paling pojok dan disitu aku melihat sesosok laki-laki yang tak kukenal.Laki-laki itu terlihat tampan dengan kulit putih dan rambut yang agak kemerahan.
Siapa,ya.kok aku nggak kenal.padahal kayaknya aku udah kenal semua orang yang ada di kelas ini bahkan di sekolah ini tapi aku kok nggak kenal sama orang itu,ya ?,tanyaku dalam hati.
Aku lalu bertanya pada Rasya.
“Itu dia anak barunya”jawab Rasya
“Oh,dia.pantesan aku asing dengan wajah dia”balasku
“Cakep,nggak kalau kamu bilang ?”tanya Rasya
“Iya,cakep”jawabku.
Pelajaran dimulai karena guru yang mengajar sudah masuk.Saat tiba waktu istirahat,aku berjalan keluar kelas tapi tiba-tiba kepalaku pusing dan aku serasa diayun-ayun dan aku tak sadarkan diri.
***
Aku membuka mataku dan aku melihat ada Rasya,Arvin dan anak baru itu,Daniel.
“Hai,Rasya.udah mendingan ?”tanya Rasya
“Ya,tapi aku masih pusing”jawabku.”Tadi aku kenapa ?”
“Kamu tadi pingsan dan kamu ditolongin sama Daniel”jawab Rasya sambil melirik kearah Daniel.Aku melihat Daniel dan megucapkan terima kasih.
“Iya,sama-sama”balas Daniel.”Tapi,kalau boleh tau,nama kamu siapa,ya ?”
“Nama aku Vexcy atau lebih tepatnya Qiuzha Vexcyana Zhevyrasesya”jawabku
“Oh.ya udah,aku ke kelas dulu,ya.cepat sembuh”ujar Daniel,aku hanya tersenyum
“Vexcy,kamu mau di UKS atau mau pulang ?”tanya Arvin
“Aku mau pulang aja”jawabku
“Ya udah,aku telponin Pak Dadang dulu,ya”ujar Rasya.
15 menit kemudian,aku sudah dijemput oleh Pak Dadang.Aku lalu pulang dan sesampainya di rumah,aku dinasihati oleh Mama.
“Makanya,kalau Mama bilangin jangan ngebantah,begini kan jadinya.kamu pingsan,deh”oceh Mama
“Iya,Ma.udah,ya.aku pusing,nih”ujarku lalu Mama keluar dari kamarku.
Aku berbaring di atas tempat tidur sambil melihat langit-langit kamar yang dihiasi oleh warna biru langit dan digambar dengan gambar awan.Cantik sekali.Tiba-tiba aku teringat pada Daniel.Aku teringat akan wajahnya yang tampan dan manis.
Mungkinkah aku jatuh cinta pada Daniel,pikirku.
Aku lalu menghilangkan pikiran itu dan aku teringat pada Arvin,laki-laki yang selama ini dekat denganku.Aku dan dia sudah merasa seperti sudah berpacaran.Tiba-tiba telepon genggamku berbunyi.Aku lalu melihat di layar telepon itu tertulis nama Rasya.Aku segera mengangkatnya.
“Halo !”jawabku
“Halo,Vexcy ! kamu udah baikan ?”tanya Rasya
“Lumayan lah”jawabku.”Emangnya kenapa ?”
“Aku,Arvin sama Daniel mau ke rumah kamu,mau jenguk kamu,boleh ya ?”
“Emangnya kalian udah pulang ?”tanyaku.”Ini kan baru jam 12 siang sedangkan sekolah bubar jam 2 siang”
“Kita dipulangin cepet,nggak tau kenapa”jawab Rasya.”Boleh,ya ?”
“Iya,boleh lah.masak aku ngelarang”jawabku
“Ya udah,kita mau ke sana.dah !”ujar Rasya lalu menutup teleponnya.
Setelah 10 menit,mereka sudah sampai di rumahku dan sudah berada di kamarku.
“Hai,Vexcy !”sapa Daniel
“Hai,juga !”sapaku balik
“Vexcy,kamu udah makan ?”tanya Rasya
“Belum”jawabku
“Aku sama Arvin ngambilin kamu makanan dulu,ya”tawar Rasya
“Iya”
“Daniel nggak ikut ?”tanya Arvin
“Nggak usah.dia kan belum tau banyak dengan rumah ini sedangkan kita udah tau banyak karena kita sering ke sini”jawab Rasya lalu keluar bersama Arvin.
Aku dan Daniel tinggal berdua di kamar dan kami hanya diam saja.
“Kamu udah lama pindah ke Jakarta ?”tanyaku memecah keheningan
“Nggak,baru sekitar satu minggu tapi aku baru masuk sekolah kemarin karena Mamaku lagi ngurus kepindahannya”jawab Daniel
“Oh.kamu kan pindahan dari Singapura tapi kamu,kok lancar banget Bahasa Indonesia-nya”tanyaku
“Papa aku orang Singapura dan ada keturunan Amerika-nya dan Mamaku orang Indonesia asli jadi aku kalau di rumah dibiasain ngomong Bahasa Indonesia”jawab Daniel
“Oh.tapi,kamu lancar nggak ngomong Bahasa Inggris ?”tanyaku
“Lancar,lancar banget”jawab Daniel
“Oh ya ? kalau gitu mau nggak ajarin aku Bahasa Inggris ? soalnya aku kurang bisa Bahasa Inggris”tanyaku
“Boleh tapi aku boleh minta nomor hp kamu nggak ?”tanyanya balik
“Boleh,nomornya 08124580396”jawabku sambil mendiktekan nomor teleponku dan Daniel mencatatnya di telepon
“Ya,makasih ya”ujar Daniel
“Hai semua ! aku udah datang bawa banyak makanan nih.makan,yuk !”seru Rasya sambil memberikanku makanan.
Lama sekali mereka di rumahku.Sekitar 5 jam.
“Kita semua pulang dulu,ya”pamit Rasya
“Iya”jawabku.
Aku lalu menonton televisi yang berada di dalam kamarku.Sampai pada saat pukul 7 malam,aku makan malam bersama seluruh keluargaku (sebenarnya cuma aku,Mama dan Papa karena aku anak tunggal).Setelah makan malam bersama,aku kembali ke kamarku dan aku mendengar telepon genggamku berdering.Aku melihat di layar dan itu adalah nomor yang tidak dikenal.Aku mengangkatnya dengan ragu-ragu.
“Halo”kataku
“Halo,apa benar ini Vexcy ?”tanya orang yang berada di seberang sana
“Iya,ini siapa ?”
“Ini Daniel ?”
“Oh.Daniel.ada apa ?”tanyaku.
Kami berbicara di telepon cukup lama dan sampailah pada pembicaraan berikut.
“Vexcy,saat aku ngeliat kamu pertama kali,aku udah suka sama kamu.apa kamu mau jadi pacar aku ?”tanya Daniel
“Hah ? jadi pacar kamu ?”tanyaku kaget
“Iya,kamu mau ?”tanyanya sekali lagi
“Emm,gimana,ya ? boleh nggak aku jawabnya besok ?”
“Boleh,tapi janji,ya harus jawab besok”jawabnya
“Iya”ujarku lalu menutup telepon.
Ya ampun,Daniel nembak aku,pikirku.
Tiba-tiba telepon genggamku berdering lagi dan sekarang di layar itu tertulis nama Arvin.Aku mengangkatnya.
“Halo,Vexcy ! kamu tadi lagi telponan,ya ? habisnya tadi aku telponin kamu dari tadi tapi sibuk terus”tanya Arvin
“Iya”jawabku.”Ada apa,Ar ?”
“Aku sebenarnya udah mau kasi tau kamu dari dulu tapi aku selalu gugup”jawab Arvin
“Kasi tau apa ?”tanyaku
“Aku sebenarnya udah dari dulu suka sama kamu Vexcy,kamu mau nggak jadi pacar aku ?”
“Hah ? jadi kamu nembak aku ?”tanyaku balik
“Iya.gimana ?”
“Boleh aku jawab besok ?”tanyaku
“Emm,iya deh”jawab Arvin
“Udah,ya.udah malam,nih.aku mau tidur dulu”ujarku
“Iya”balas Arvin lalu menutup teleponnya.
Aku lalu menutup mataku.Aku merasa perasaanku tidak enak.Aku merasa aku berada diantara 2 hati.
***
“Hah ? kamu ditembak sama 2 orang dalam satu waktu ?”tanya Rasya kaget saat aku menceritakan hal kemarin saat berada di sekolah
“Iya”jawabku.”Menurut kamu,aku harus nerima siapa ?”
“Aku bilang,sih dari sisi ketampanan,aku bilang Daniel tapi dari sisi kedekatan,Arvin”jawab Rasya
“Ya ampun Rasya,yang jelas dong”marahku
“Iya,iya.aku bilang,sih kamu lebih baik terima Arvin karena kamu udah deket banget dengan dia kan ?”jawab Rasya.”Tapi,kamu ada perasaan sama Arvin nggak ?”
“Ada,sih.sebenarnya aku udah suka sama dia dari dulu tapi aku nggak berani bilang”jawabku
“Kamu ada rasa sama Daniel ?”tanya Rasya
“Ada”jawabku.”Jadi,menurut kamu aku terima yang mana ?”
“Yang menurut kamu yang paling kamu suka”jawab Rasya
“Jadi,aku harus terima Arvin ?”tanyaku
“Ya,itu kalau kamu benar-benar suka sama dia”jawab Rasya.
Aku lalu terdiam.Aku masih ragu-ragu dengan itu tapi seketika aku yakin kalau aku akan nerima Arvin jadi pacarku.Setelah pulang sekolah,aku akan nerima Arvin dan aku akan menolak Daniel dengan lembut.
Senin, 12 April 2010
PERSAHABATAN DiVa PuChi (Part 1/My Life)
"Chinta,kamu yakin nggak mau diantar sama aku ?"tanya Puri
"Yakin,Puri"jawabku
"Ya udah,aku duluan ya.dah !"pamit Puri lalu masuk ke dalam mobil yang sudah menunggunya dari tadi
Hai,aku Chinta Arinta Tri Putri.Aku berumur 13 tahun dan sekolah di SMP Nusa Jaya tepatnya duduk di kelas 8-3.Tadi,aku berbicara pada salah seorang sahabatku yaitu Puri.Dua sahabatku yang lainnya yaitu Dinza dan Valza,sudah pulang duluan.Aku menolak ajakan Puri karena aku ingin merasakan berjalan kaki di hari yang panas.Kalian semua pasti bertanya-tanya,mengapa aku berjalan kaki untuk pulang ke rumah,itu karena supirku,Pak Parmin,yang biasa mengantar-jemputku sedang mengantar Mamaku ke suatu tempat yang dianggap Mama penting.Aku berjalan melewati teriknya matahari.Saat setengah perjalanan,ada sebuah mobil yang berhenti di sampingku.Aku tidak sempat melihat plat mobil itu,dan pada saat orang yang di dalam mobil membuka kaca jendelanya,aku baru tahu kalau dia adalah Kakak pertamaku yang laki-laki,Kak Warma.
"Eh,Kakak !"sapaku
"Chinta,kamu mau iku pulang bareng Kakak ? kebetulan Kakak juga mau pulang"tawar Kak Warma
"Emm,mau deh"jawabku lalu masuk ke dalam mobil.
Di dalam mobil,aku malihat dua orang teman Kak Warma.
"Chinta,kenalin,ini teman Kak Warma.yang di depan namanya Bima dan yang disebelah kamu atau lebih tepatnya dibelakang namanya Rama"ujar Kak Warma memperkenalkan teman-temannya
"Hai,kamu adiknya Warma yang sering diceritain itu ya ?"tanya Kak Rama
"Aku emang adiknya Kak Warma tapi,emangnya Kak Warma sering nyeritain aku ?"jawabku sambil bertanya
"Iya,lho.dia itu sering nyeritain kamu.ternyata kamu cantik juga,ya"jawab Kak Rama
"Makasih.dia sering nyeritain aku apa ?"tanyaku yang masih penasaran
"Dia itu sering bilang kalau kamu itu cantik,pinter,pokoknya dia bilang kalau kamu itu adiknya yang paling disayang"jawab Kak Bima sambil melirik Kak Warma yang berada di sebelahnya
"Ah,elo.bikin gue malu aja"ujar Kak Warma lalu menonjok lengan Kak Bima.
Memang benar,sih.Kak Warma sangat dekat denganku dibandingkan dengan Kak Fany yang juga adiknya sekaligus Kakak keduaku yang perempuan.Dia sering mengajakku jalan-jalan dan selalu menuruti apapun yang aku mau pokoknya dia sering memnjakanku.Aku pikir itu semua karena aku adalah adiknya yang paling kecil.
"Bener,Kak ?"tanyaku
"I..i..ya"jawab Kak warma terbata-bata
"Oh.nggak usah malu kali,Kak.Chinta malah seneng kalau Kakak bilang Chinta adalah adik Kakak yang paling disayang"ujarku,Kak Warma hanya tersenyum.
Saat sampai di rumah,aku langsung masuk ke kamarku yang berada di atas.Aku lalu menjatuhkan diriku ke atas tempat tidur.Sebenarnya,jarak rumahku dan sekolahku tidak terlalu jauh tapi karena tadi sangat panas jadi terasa sangat lelah.Baru beberapa saat aku berbaring,ada seseorang yang mengetuk pintu kamarku.Ternyata yang mengetuk pintu kamarku adalah Kak Fany.
"Chinta,makan,yuk !"teriak Kak Fany
"Iya"jawabku juga sambil berteriak.
Aku lalu mengganti seragamku dengan baju santai.Setelah mengganti baju,aku lalu turun atau lebih tepatnya ke ruang makan.
"Lho,Mama udah pulang ?"tanyaku kaget karena melihat Mama yang sudah pulang
"Udah dari tadi"jawab Mama
"Kok bisa ?"tanyaku lagi
"Soalnya pas Mama datang,tempatnya sepi dan Mama baru sadar kalau acaranya itu besok bukan hari ini"jawab Mama
"Kenapa Mama nggak suruh Pak Parmin jemput Chinta?"tanyaku
"Kalau itu,Mama lupa kasi tau Pak Parmin"jawab Mama
"Yah,Mama"keluhku
"Capek nggak ?"tanya Mama
"Capek,ma.tapi pas setengah jalan,Chinta ikut Kak Warma pulang"jawabku
"Kalau kamu capek,kamu tidur ya habis ini"saran Mama,aku lalu menganggukkan kepala.
Aku pun memakan makanan yang disediakan di meja makan.Aku makan dengan lahap karena aku sangat lapar.Setelah makan,aku lalu masuk ke kamar dan langsung tidur.
"Ya udah,aku duluan ya.dah !"pamit Puri lalu masuk ke dalam mobil yang sudah menunggunya dari tadi
Hai,aku Chinta Arinta Tri Putri.Aku berumur 13 tahun dan sekolah di SMP Nusa Jaya tepatnya duduk di kelas 8-3.Tadi,aku berbicara pada salah seorang sahabatku yaitu Puri.Dua sahabatku yang lainnya yaitu Dinza dan Valza,sudah pulang duluan.Aku menolak ajakan Puri karena aku ingin merasakan berjalan kaki di hari yang panas.Kalian semua pasti bertanya-tanya,mengapa aku berjalan kaki untuk pulang ke rumah,itu karena supirku,Pak Parmin,yang biasa mengantar-jemputku sedang mengantar Mamaku ke suatu tempat yang dianggap Mama penting.Aku berjalan melewati teriknya matahari.Saat setengah perjalanan,ada sebuah mobil yang berhenti di sampingku.Aku tidak sempat melihat plat mobil itu,dan pada saat orang yang di dalam mobil membuka kaca jendelanya,aku baru tahu kalau dia adalah Kakak pertamaku yang laki-laki,Kak Warma.
"Eh,Kakak !"sapaku
"Chinta,kamu mau iku pulang bareng Kakak ? kebetulan Kakak juga mau pulang"tawar Kak Warma
"Emm,mau deh"jawabku lalu masuk ke dalam mobil.
Di dalam mobil,aku malihat dua orang teman Kak Warma.
"Chinta,kenalin,ini teman Kak Warma.yang di depan namanya Bima dan yang disebelah kamu atau lebih tepatnya dibelakang namanya Rama"ujar Kak Warma memperkenalkan teman-temannya
"Hai,kamu adiknya Warma yang sering diceritain itu ya ?"tanya Kak Rama
"Aku emang adiknya Kak Warma tapi,emangnya Kak Warma sering nyeritain aku ?"jawabku sambil bertanya
"Iya,lho.dia itu sering nyeritain kamu.ternyata kamu cantik juga,ya"jawab Kak Rama
"Makasih.dia sering nyeritain aku apa ?"tanyaku yang masih penasaran
"Dia itu sering bilang kalau kamu itu cantik,pinter,pokoknya dia bilang kalau kamu itu adiknya yang paling disayang"jawab Kak Bima sambil melirik Kak Warma yang berada di sebelahnya
"Ah,elo.bikin gue malu aja"ujar Kak Warma lalu menonjok lengan Kak Bima.
Memang benar,sih.Kak Warma sangat dekat denganku dibandingkan dengan Kak Fany yang juga adiknya sekaligus Kakak keduaku yang perempuan.Dia sering mengajakku jalan-jalan dan selalu menuruti apapun yang aku mau pokoknya dia sering memnjakanku.Aku pikir itu semua karena aku adalah adiknya yang paling kecil.
"Bener,Kak ?"tanyaku
"I..i..ya"jawab Kak warma terbata-bata
"Oh.nggak usah malu kali,Kak.Chinta malah seneng kalau Kakak bilang Chinta adalah adik Kakak yang paling disayang"ujarku,Kak Warma hanya tersenyum.
Saat sampai di rumah,aku langsung masuk ke kamarku yang berada di atas.Aku lalu menjatuhkan diriku ke atas tempat tidur.Sebenarnya,jarak rumahku dan sekolahku tidak terlalu jauh tapi karena tadi sangat panas jadi terasa sangat lelah.Baru beberapa saat aku berbaring,ada seseorang yang mengetuk pintu kamarku.Ternyata yang mengetuk pintu kamarku adalah Kak Fany.
"Chinta,makan,yuk !"teriak Kak Fany
"Iya"jawabku juga sambil berteriak.
Aku lalu mengganti seragamku dengan baju santai.Setelah mengganti baju,aku lalu turun atau lebih tepatnya ke ruang makan.
"Lho,Mama udah pulang ?"tanyaku kaget karena melihat Mama yang sudah pulang
"Udah dari tadi"jawab Mama
"Kok bisa ?"tanyaku lagi
"Soalnya pas Mama datang,tempatnya sepi dan Mama baru sadar kalau acaranya itu besok bukan hari ini"jawab Mama
"Kenapa Mama nggak suruh Pak Parmin jemput Chinta?"tanyaku
"Kalau itu,Mama lupa kasi tau Pak Parmin"jawab Mama
"Yah,Mama"keluhku
"Capek nggak ?"tanya Mama
"Capek,ma.tapi pas setengah jalan,Chinta ikut Kak Warma pulang"jawabku
"Kalau kamu capek,kamu tidur ya habis ini"saran Mama,aku lalu menganggukkan kepala.
Aku pun memakan makanan yang disediakan di meja makan.Aku makan dengan lahap karena aku sangat lapar.Setelah makan,aku lalu masuk ke kamar dan langsung tidur.
Like Write or To Be A Writer
Hai,aku Chika Dewi Sukma.Sebenarnya sih nama aku Chika Dwi Sukma tapi karena di akta lahir namanya Chika Dewi Sukma,jadi nama aku itu,deh.Aku baru buat blog,nih.Jadi,aku belum bisa-bisa amat sih.Hobi aku adalah menulis karena aku bercita-cita ingin menjadi penulis novel terkenal(kalau novelnya aja yang terkenal sih,nggak pa-pa).Sebenarnya aku udah banyak punya karya-karya tapi udah nggak tau kemana hilangnya.Aku bisa buat cerita dongeng,serpen sampai novel.Salah satu karya aku adalah Persahabatan DiVa PuChi.Judulnya itu diambil dari nama geng aku pas masih di SD.Cerita ini nanti bakal aku post-kan.Tunggu aja nanti.
Langganan:
Postingan (Atom)
