Me?

Girl
Powered By Blogger

Senin, 12 April 2010

PERSAHABATAN DiVa PuChi (Part 1/My Life)

"Chinta,kamu yakin nggak mau diantar sama aku ?"tanya Puri
"Yakin,Puri"jawabku
"Ya udah,aku duluan ya.dah !"pamit Puri lalu masuk ke dalam mobil yang sudah menunggunya dari tadi
Hai,aku Chinta Arinta Tri Putri.Aku berumur 13 tahun dan sekolah di SMP Nusa Jaya tepatnya duduk di kelas 8-3.Tadi,aku berbicara pada salah seorang sahabatku yaitu Puri.Dua sahabatku yang lainnya yaitu Dinza dan Valza,sudah pulang duluan.Aku menolak ajakan Puri karena aku ingin merasakan berjalan kaki di hari yang panas.Kalian semua pasti bertanya-tanya,mengapa aku berjalan kaki untuk pulang ke rumah,itu karena supirku,Pak Parmin,yang biasa mengantar-jemputku sedang mengantar Mamaku ke suatu tempat yang dianggap Mama penting.Aku berjalan melewati teriknya matahari.Saat setengah perjalanan,ada sebuah mobil yang berhenti di sampingku.Aku tidak sempat melihat plat mobil itu,dan pada saat orang yang di dalam mobil membuka kaca jendelanya,aku baru tahu kalau dia adalah Kakak pertamaku yang laki-laki,Kak Warma.
"Eh,Kakak !"sapaku
"Chinta,kamu mau iku pulang bareng Kakak ? kebetulan Kakak juga mau pulang"tawar Kak Warma
"Emm,mau deh"jawabku lalu masuk ke dalam mobil.
Di dalam mobil,aku malihat dua orang teman Kak Warma.
"Chinta,kenalin,ini teman Kak Warma.yang di depan namanya Bima dan yang disebelah kamu atau lebih tepatnya dibelakang namanya Rama"ujar Kak Warma memperkenalkan teman-temannya
"Hai,kamu adiknya Warma yang sering diceritain itu ya ?"tanya Kak Rama
"Aku emang adiknya Kak Warma tapi,emangnya Kak Warma sering nyeritain aku ?"jawabku sambil bertanya
"Iya,lho.dia itu sering nyeritain kamu.ternyata kamu cantik juga,ya"jawab Kak Rama
"Makasih.dia sering nyeritain aku apa ?"tanyaku yang masih penasaran
"Dia itu sering bilang kalau kamu itu cantik,pinter,pokoknya dia bilang kalau kamu itu adiknya yang paling disayang"jawab Kak Bima sambil melirik Kak Warma yang berada di sebelahnya
"Ah,elo.bikin gue malu aja"ujar Kak Warma lalu menonjok lengan Kak Bima.
Memang benar,sih.Kak Warma sangat dekat denganku dibandingkan dengan Kak Fany yang juga adiknya sekaligus Kakak keduaku yang perempuan.Dia sering mengajakku jalan-jalan dan selalu menuruti apapun yang aku mau pokoknya dia sering memnjakanku.Aku pikir itu semua karena aku adalah adiknya yang paling kecil.
"Bener,Kak ?"tanyaku
"I..i..ya"jawab Kak warma terbata-bata
"Oh.nggak usah malu kali,Kak.Chinta malah seneng kalau Kakak bilang Chinta adalah adik Kakak yang paling disayang"ujarku,Kak Warma hanya tersenyum.
Saat sampai di rumah,aku langsung masuk ke kamarku yang berada di atas.Aku lalu menjatuhkan diriku ke atas tempat tidur.Sebenarnya,jarak rumahku dan sekolahku tidak terlalu jauh tapi karena tadi sangat panas jadi terasa sangat lelah.Baru beberapa saat aku berbaring,ada seseorang yang mengetuk pintu kamarku.Ternyata yang mengetuk pintu kamarku adalah Kak Fany.
"Chinta,makan,yuk !"teriak Kak Fany
"Iya"jawabku juga sambil berteriak.
Aku lalu mengganti seragamku dengan baju santai.Setelah mengganti baju,aku lalu turun atau lebih tepatnya ke ruang makan.
"Lho,Mama udah pulang ?"tanyaku kaget karena melihat Mama yang sudah pulang
"Udah dari tadi"jawab Mama
"Kok bisa ?"tanyaku lagi
"Soalnya pas Mama datang,tempatnya sepi dan Mama baru sadar kalau acaranya itu besok bukan hari ini"jawab Mama
"Kenapa Mama nggak suruh Pak Parmin jemput Chinta?"tanyaku
"Kalau itu,Mama lupa kasi tau Pak Parmin"jawab Mama
"Yah,Mama"keluhku
"Capek nggak ?"tanya Mama
"Capek,ma.tapi pas setengah jalan,Chinta ikut Kak Warma pulang"jawabku
"Kalau kamu capek,kamu tidur ya habis ini"saran Mama,aku lalu menganggukkan kepala.
Aku pun memakan makanan yang disediakan di meja makan.Aku makan dengan lahap karena aku sangat lapar.Setelah makan,aku lalu masuk ke kamar dan langsung tidur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar